GAGAL GINJAL AKUT (GGA)

GAGAL GINJAL AKUT (GGA)

Profil Ginjal

Manusia memiliki sepasang ginjal. Kedua ginjal tersebut terletak di sebelah belakang rongga perut dan mengapit tulang belakang. Posisi ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri, bentuknya lonjong memanjang, dibagian tengah sedikit membengkok (cekung) menyerupai biji kacang, dan berwarna merah keunguan. Di bagian ujung atas kedua ginjal melekat sebuah organ kecil, yaitu anak ginjal (adrenal) yang berwarna kuning kecokelatan. Panjang masing-masing ginjal orang dewasa antara 7 – 10 cm, lebar 5 – 7 cm, tebal 2,5 cm dan berat 130 – 160 gram. Di bagian cekung ginjal terdapat saluran halus menuju ke bawah, yaitu ureter yang menghubungkan ke kandung kemih (Soenanto H&Kuncoro S 2003).

Patofisiologi

Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penurunan yang cepat pada laju filtrasi glomerolus (Glomerator Filtration Rate (GFR)) dalam waktu beberapa hari sampai beberapa minggu disertai akumulasi dari zat sisa metabolisme nitrogen. Sindrom ini sering ditemukan lewat peningkatan kadar kreatinin, ureum, serum, disertai dengan penurunan output urin. Gejala dari gagal ginjal akut termasuk hal-hal yang menjadi faktor pencetus (misalnya shock, sepsis) dan hal-hal yang merupakan akibat dari gagal ginjal itu sendiri seperti kelebihan cairan, mual, malaise, dan ensefalopati. Insedensi tahunan gagal ginjal akut di negara berkembang adalah 180 kasus/1.000.000.

Etiologi

Penyebab dari gagal ginjal akut adalah hipoperfusi pada bagian prerenal; kerusakan glomerular, kerusukan tubular, dan kenaikan vascular pada bagian renal; tumor primer, tumor sekunder, bekuan darah, obstuksi kandung kemih, dan infestasi (cacing) pada bagian postrenal.

Penatalaksanaan Medis

Pada GGA terdapat dua masalah yang sering didapatkan yang mengancam jiwa yaitu edema paru dan hiperkalemia. Edema paru terjadi akibat ginjal tidak dapat mensekresi urin, garam dalam jumlah yang cukup. Posisi pasien setengah duduk agar cairan dalm paru-paru dapat didistribusi ke vaskular sistemik di pasang oksigen dan diberikan diuretik kuat (furosemid). Pada hiperkalemia, mula-mula diberikan kalsium intravena (Ca glukonat) 10% sebanyak 10 ml yang dapat diulangi sampai terjai perubahan gelombang T. Obat golongan  agonis beta seperti salbutamol intravena (0.5mg dalam 15 menit) atau inhalasi nebuliser ( 10 atau 20 mg) dapat menurunkan kalium 1mEq/L. Obat ini bekerja dengan mengaktivasi pompa Na-K-ATPase. Pemberian sodium bikabonat walaupun dapat menurunkan kalium tidak begitu dianjurkan karena menambah jumlah natrium dan dapat menimbulkan iritasi, menurunkan kadar kalsium sehingga dapat memicu kekejangaan. Tetapi bermanfaat bila asidosis ataau hipotensi.

Selain itu, pada pasien GGA dapat juga dilakukan dialisis atau pengobatan pengganti ginjal. Indikasi yang mutlak untuk dialisis adalah terdapatnya sindrom uremia dan terdapatnya kegawatan yang mengancam jiwa yaitu hepervolemia (edema paru), hiperkalemia, atau asidosis berat yang resisten terhadap pengobatan konservatif. Pengobatan pengganti ginjal secara kontinyu dengan CAVH (Continous Arterivenous Hemofiltration) yang tidak memerlukan mesin pompa sederhana, CAVH dan CVVH berdasarkan prinsip pengeluaran cairan bersama solutnya melalui membran semiparmeabel atau hemofilter oleh karena perbedaan tekanan (convective clearance).

Penatalaksanaan Diet

Tujuan Diet

Tujuan diet penyakit Gagal Ginjal Akut adalah untuk:

1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan fungsi ginjal.

2. Menurunkan kadar ureum darah.

3. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.

4. Memperbaiki dan mempertahankan status gizi optimal dan mempercepat penyembuhan.

Syarat Diet

Syarat-syarat diet penyakit Gagal Ginjal Akut adalah:

1. Energi cukup untuk emncegah katabolisme, yaitu 23-35 kkal/kg BB.

2. Protein disesuaikan dengan katabolisme protein, yaitu 0.6-1.5 g/kg BB. Pada katabolik ringan kebutuhan protein 0.6-1 g/kg BB, katabolik sedang 0.8-1.2 g/kg BB, dan katabolik berat 1-1.1 g/kg BB.

3. Lemak sedang, yaitu 20-30% dari kebutuhan energi total atau antara 0.5-1.5 g/kg BB.

4. Karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi setelah dikurangi jumlah energi yang diperoleh dari protein dan lemak.

5. Natrium dan kalium dibatasi bila ada anuria.

6. Cairan >500ml

7. Bila kemampuan makan rendah, makanan diberikan dalam bentuk formula enteral atau parenteral. Bila diperlukan, tambahkan suplemen asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan Vitamin K.

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan/Dibatasi
Sumber Karbohidrat Nasi, bihun, jagung, kentang, makaroni, tepung-tepungan, singkong, ubi, madu. -
Sumber protein Telur, daging, ikan, ayam, susu Kacang-kacangan dan hasil olahannya, seperti tempe dan tahu,
Sumber lemak Minyak jagung, minyak kacang tanah, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, margarine, dan mentega rendah garam. Kelapa, santan, minyak kelapa, margarin, mentega biasa dan lemak hewan.
Sumber vitamin dan mineral Semua sayuran dan buah, kecuali pasien dengan hiperklamia dianjurkan yang mengandung kalium rendah/sedang. Sayuran dan buah tinggi kalium pada pasien dengan hiperklamia

Sumber Pustaka

Almatsier Sunita.2006. Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Davey P. 2002. At a Glace Medicine. Jakarta: Erlangga.

Hartono A. 2004. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Posted in KONSULTASI GIZI, Uncategorized | Leave a comment